Perbedaan logo UGM pada ijazah Jokowi tahun 1965 (kanan) dan
ijazah alumni UGM tahun 1986 (kiri)
JAKARTA — Alumni UGM dr Rismon Hasiholan
Sianipar mengatakan dugaan ijazah palsu Jokowi makin menguat. Mantan Presiden
RI ke-7, Jokowi, mengaku sebagai lulusan Sarjana Kehutanan UGM tahun 1985.
Namun, ijazahnya sangat berbeda dengan ijazah asli yang dikeluarkan tahun 1986.
Lulusan Teknik Elektro UGM angkatan 1998 itu kemudian
membandingkan ijazah Jokowi dengan ijazah alumni Fakultas Kehutanan angkatan
1986. Hal itu diunggah Rismon di kanal YouTube Balige Academy, Senin, 1 April
2025.
Risman Sianipar berharap Jokowi mau mengakui apa yang
terjadi, karena tidak ada alumni UGM yang malu mengakui bahwa dirinya alumni
UGM. Karena masuk saja susah, apalagi lulus, jadi harusnya dia bangga.
“Seorang alamni Gajahmada, bahkan over confident, jadi bukan
ketika diminta, itu yang membuktikan, itu bukan seorang alumni gajahmada,”
jelasnya.
Seorang alumni, pasti dia bangga, dengan almameternya.
“kalau bukan alumni, saatnya mengatakan yang sesungguhnya,”
tandasnya.
Keanehan lain yang disampaikan Rismon sebelumnya adalah font
Times New Roman, yang ada di ijazah Joko Widodo, padahal tahun 1985.
Rismon kemudian menunjukkan lembar ijazah, UGM di Twitter,
ini tampilan ijazah tahun 1986, bukan font Times New Roman. Times New Roman
belum ada pada era 1980-an dan 1990-an.
“Logonya ini, masih sederhana, belum berkilau-kilau cantik
keemasan,” kata.
Perbedaan wartermark yang sangat cantik ijasah Joko Widodo. Di
ijazah katanya Pak Joko Widodo, sudah ada keemasan. Grafiknya berbeda. Ijazah
tahun 1986 lebih kehijauan, di sini sudah memperkuat analisa tentang font,
penggunakan font sangat langka.
“Ini memperkuat argumentasi saya, dari sisi logo.
Kalau dari watermark logo UGM, menurutnya, analisanya semakin
kuat. Tahun 1986 logonya seperti itu, seragam, hijau-hjau saja yang tahun 1986.
Sementara itu ijazah Jokowi tahun 1985, distribusi warna
kuning, bersama hijau, seperti warna emas.
Tampilan foto yang diakui Joko Widodo, pakai kacamata. Untuk lulusan
tahun 1998, sarjana Elektro, tidak ada yang pakai kacamata.
Padahal itu di sekitar mata, penting sekali untuk
identifikasi, ini otot otot kunci manusia, secara ilmiah, itu tidak boleh. Di
sekitar mata, ada titik-titik kunci untuk identifikasi.
“Pad t ahun 1985 ini, ini kok boleh. Saya bingung, 1998 saja
saya lulus, tidak ada yang berkaca mata, harus dilepas,” ucapnya.
Pihanya akan telusuri dan memerlukan dokumen UGM, kapan foto
ijhazah membolehkan pakai kacamata.
“Setelah ditelusuri, yang ada tahun 2020 an. Kalau ini ada,
maka ini pasti palsu,” jelasnya.
“Tidak perlu analisa font, tidak perlu analisi teknologi, in
deta analisis, radio karbon sifortin di tingkat analisis,” katanya.
“itu tidak penting, ini saja kalau kita dapat argumen, dapat
dokumen, kalau saat itu tidak boleh
pakai kacamata, ini palsu,” papar Rismon.
Ia membandingkan, di FT UI, pakaian formal dan tidak
berkacamata, pas foto menghadapi ke depan, memakai jas, berdasi tidak
menggunakan akseseori kaca mata.
“Karena UGM belum tentu terbuka soal itu. DI UIN Sunan Kalijaga, tahun 2021, kacamata
tidak boleh, “ pungkasnya.
Sementara itu, pihak UGM menyangkal bahwa ijazah Jokowi
palsu. Ijazah tersebut adalah dokumen asli yang dikeluarkan dari universitas.
“Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah
asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan mengenal baik beliau,” kata
Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta dalam situs UGM.
“Beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama) beliau
tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi sehingga ijazahnya
pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” kata Sigit. ***