Usai UGM Bersuara, Perdebatan Ijazah Jokowi Memanas, Yakin Asli?
Kolase fotokopi ijazah dan skripsi Jokowi di UGM
JAKARTA — Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik
Indonesia, Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masih terus beredar
hingga kini. Tak sedikit yang mempertanyakan keaslian ijazah mantan orang nomor
satu di Indonesia tersebut sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.
Polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi sempat mereda saat ia
masih menjabat sebagai Kepala Negara di periode keduanya. Namun, kini kembali
menjadi perbincangan hangat setelah muncul pernyataan alumni Fakultas Teknologi
UGM, Rismon Hasiholan Sianipar yang meyakini ijazah Sarjana Kehutanan milik
Jokowi palsu.
Argumen Rismon makin populer setelah dikomentari pakar
telematika yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.
"Apa yang didalilkan Rismon saat ini identik,
sistematis, dan sangat sesuai dengan analisis yang sudah pernah saya sampaikan
sekitar lima tahun lalu," kata Roy Suryo belum lama ini.
Roy Suryo lalu merujuk unggahannya di akun X @KRMTRoySuryo2
pada 25 Februari 2020 memuat lampiran halaman buku wisuda tahun 1985.
Dalam buku tersebut, foto almarhum Hari Mulyono tercantum
dengan nama "Jokowi". Selain itu, Roy Suryo juga mempertanyakan keaslian
ijazah Jokowi yang hingga kini tidak pernah bisa dibuktikan bentuk fisiknya.
"Fotokopi ijazah Jokowi tidak pernah bisa dibuktikan
keasliannya, bahkan bentuk fisik aslinya pun tidak pernah ditunjukkan,"
jelas Roy Suryo.
Di tengah polemik keaslian ijazah Jokowi, UGM sempat buka
suara. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta mengatakan, potret ijazah
Jokowi yang sempat beredar di media sosial asli.
"Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo
adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau (Jokowi)
mengenal baik, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat
menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun
dikeluarkan oleh UGM adalah asli," tegas Sigit dikutip Minggu, 23 Maret 2025.
Bahkan Jokowi sendiri telah merespons isu ijazah kelulusannya
dari UGM yang disebut palsu. Jokowi menuding, isu tersebut sebagai fitnah
murahan.
"Fitnah murahan yang diulang-ulang terus. Dari UGM sudah
juga menyampaikan. Ini Dekan Fakultas Kehutanan juga secara jelas dan tegas
menyampaikan (keaslian ijazahnya). Teman juga banyak sekali yang
menyampaikan," kata Jokowi pada Kamis, 27 Maret 2025 lalu.
Klarifikasi UGM dan Jokowi ini sekaan belum cukup memuaskan
publik. Rismon yang cukup lantang mengkritik keaslian ijazah Jokowi ini bahkan
menantang Jokowi untuk menunjukkan bukti fisik ijazah keluaran UGM itu.
Sebab di tengah bergulirnya isu ijazah palsu, Jokowi belum
sekalipun pernah menunjukkan fisik ijazahnya kepada publik.
"Pak Jokowi, jujur lah, jangan berkelit. Saya ingatkan, jujur itu enak tidurnya. Kenapa ijazahnya tidak mau ditunjukkan? Anda 10 tahun jadi presiden, tapi mungkin satu-satunya di dunia yang tidak berani menunjukkan ijazahnya ke publik," ujar Rismon lewat kanal YouTube belum lama ini. (rmol)