Presiden Prabowo Subianto meresmikan Daya Anagata Nusantara
(Danantara) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).
JAKARTA — Pengamat kebijakan publik Gigin
Praginanto menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun
pemerintahannya. Ia menilai Prabowo lebih mengutamakan aspek militeristik
ketimbang mengatasi masalah ekonomi yang kian memburuk.
Gigin mengatakan pola kepemimpinan Prabowo mencerminkan cara
berpikirnya sejak era Orde Baru. Ia mengingatkan bagaimana dulu, Prabowo diduga
meyakini dengan menculik aktivis, gerakan demonstrasi anti-Soeharto bisa
dihentikan. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, kejatuhan Soeharto
tetap saja terjadi.
"Dulu dia yakin kalau aktivis diculik, demo akan berhenti.
Tapi ternyata dia salah," ujar Gigin di X @giginpraginanto (30/3/2025).
Kini, lanjutnya, Prabowo tengah membangun pemerintahan dengan
pendekatan yang cenderung militeristik.
Gigin menduga ada ambisi untuk menjadi penguasa tunggal yang
mengontrol semua aspek negara.
"Sekarang dia membangun pemerintahan yang lebih
militeristik untuk mengamankan posisinya," katanya.
Ia juga mengkritik fokus Prabowo yang lebih condong pada
penguatan kekuasaan dibandingkan pemulihan ekonomi nasional.
"Dia akan jatuh secara tidak terhormat seperti
mertuanya," timpalnya.
Kata Gigin, Prabowo melihat perekonomian bukan sebagai
prioritas utama, tetapi sebagai alat untuk memperkokoh dominasi politiknya.
"Prabowo lebih sibuk mengurusi militerisasi pemerintahan
dibandingkan ekonomi yang makin suram," tandasnya. (fajar)