Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai
penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat
(1/3/2024)
JAKARTA — Utang Luar Negeri atau ULN
Indonesia pada Januari 2025 berdasarkan data Bank Indonesia telah mencapai
427,5 Dolar AS. Nilai utang Indonesia tersebut setara dengan Rp 6.973 triliun
(kurs Rp 16.300 per Dolar AS).
Utang luar negeri Indonesia sebesar USD427,5 miliar terdiri
dari utang luar negeri Pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor swasta. Utang
luar negeri Pemerintah mencapai USD204,79 miliar, utang luar negeri Bank
Indonesia sebesar USD28,34 miliar, dan utang luar negeri sektor swasta sebesar
USD194,39 miliar.
Utang Pemerintah dan BI
Naik, Swasta Turun
Pertumbuhan ULN secara year on year (y-on-y) dibanding posisi
akhir Januari 2024 mengalami fluktuasi yang berbeda. Pemerintah mencatat
kenaikan utang sebesar 5,34 persen dan utang luar negeri Bank Indonesia
melonjak 93,94 persen.
Di sisi lain, ULN swasta justru turun mengalami penurunan
sebesar -1,71 persen setahun terakhir. Total utang swasta dari 197,77 miliar
dolar AS per Januari 2024 menjadi 194,39 miliar dolar AS per Januari 2025.
Dalam lima tahun terakhir, ULN Swasta cenderung menurun.
Penyebab terus menurunnya utang pihak swasta Indonesia karena
lebih memilih mengoptimalkan pinjaman bank dan penjualan obligasi yang diserap
pasar domestik. Strategi itu terkait dengan volatilitas nilai rupiah yan
meningkat dan cenderung melemah. Mekanisme hedging tidak sepenuhnya memecahkan
masalah dan berdampak penambahan biaya bagi mereka.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny
Prakoso, mengatakan perkembangan ULN Indonesia dipengaruhi ULN sektor publik,
baik pemerintah maupun bank sentral.
"ULN pemerintah tetap terkendali. Posisi ULN pemerintah
pada Januari 2025 sebesar USD 204,8 miliar atau tumbuh sebesar 5,3%
(yoy)," kata Ramdan dalam keterangannya, Senin (17/3/2025).
Perkembangan ULN dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk
modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan
tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian
Indonesia,"
Sumber Utang Luar
Negeri Indonesia
Dari transaksi utang, ULN Indonesia paling banyak dari China.
Sementara utang dari negara lain seperti Singapura dan Amerika Serikat (AS)
cenderung menurun.
Namun secara angka, Indonesia paling banyak berutang pada
Singapura. Nilai Utang Luar Negeri Indonesia dari Singapura mencapai USD 55,7
miliar.
Kemudian ULN Indonesia dari Amerika Serikat tercatat sebesar
USD 27,6 miliar, dan Cina USD 23,2 miliar.
Sementara pengelompokan ULN Indonesia berdasarkan lembaganya,
utang paling besar dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan,
anak usaha Bank Dunia.
Total utang mencapai USD20,99 miliar pada Januari 2025, turun
dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 21,45 miliar.
Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia
tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal
ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto yang turun
menjadi 30,3 persen pada Januari 2025, dibandingkan 30,5 persen pada Desember
2024. ULN juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,7
persen dari total ULN. (fajar)