SANCAnews.id – Sejak beberapa jam terakhir,
warganet meminta polisi membebaskan terduga teroris, Munarman. Bahkan, tagar
bebaskan Munarman sempat menjadi trending topic di media sosial.
Di media sosial, nama Munarman dianggap sebagai sosok yang
tidak pantas disangkakan sebagai terorisme.
Berbagai alasan diutarakan netizen, dan kemudian
mempertanyakan gereja mana yang kemudian berhasil di bom oleh Munarman.
Tidak hanya itu, video pembelaan terhadap Munarman pun
dibagikan di media sosial Twitter.
Tidak hanya netizen, Said Didu pun juga turut memutar video
pernyataan pembelaan terhadap Munarman.
"Munarman dimanfaatkan, dan dijadikan alat dan calo
kekuasaan, calo-calo kekuasaan ini ahli fitnah," ujar di video tersebut
dikutip Hops.ID dari Suarasumsel.id jaringan Suara.com, Senin 14 Maret 2022.
Dia pun menyebut, jika Munarman tidak pantas disebut sebagai
terorisme. Munarman pernah mengutuk aksi terorisme di Surabaya dan mendukung
pembangunan gereja di Cinere, Depok.
"Saya tahu Munarman, Munarman kenal saya. Saya pendukung
Ahok dan pendukung Jokowi. Munarman ini teman saya, dia lah aktivis
gerakan," katanya.
"Munarman dimanfaatkan calo-calo untuk memeras
kekuasaan," lanjutnya.
Netizen lainnya juga mengungkapkan, jika Munarman sering
membantu korban bencana alam.
Seperti diketahui, Munarman ditangkap Densus 88/Antiteror di
kediamannya di Pamulang, Tangerang Selatan, pada 27 April 2021 lalu.
Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam tindak pidana
terorisme. Jaksa lantas mendakwa Munarman telah menggerakkan orang lain untuk
melakukan ancaman kekerasan dan tindak pidana terorisme. Munarman disebut
melakukan itu lebih sekali di tempat berbeda. ***