SANCAnews – Kritikan aktivis Natalius Pigai
kepada Presiden Joko Widodo dan Ganjar Pranowo yang menggunakan diksi
"Jawa Tengah" tidak menghina suku, agama, ras, dan antargolongan
(SARA), melainkan membela.
Demikian pandangan Ketua Gerakan Pilihan Sunda Trah
Pajajaran, Andri P Kantaprawira dalam menyikapi polemik Pigai yang kini
diperkarakan ke polisi karena dituduh melakukan rasisme.
"Pernyataan Putra Papua Natalius Pigai tidak menghina
SARA, tapi membela SARA," kata Andri P Kantaprawira dalam keterangan
tertulisnya, Rabu (6/10).
Ia memaknai, tujuan yang disampaikan Pigai dengan menyebut
"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar” merupakan kritik
kepada kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Jokowi dan Ganjar.
Pigai, kata Andri, memposisikan Presiden Jokowi dan Ganjar
sebagai orang Jawa Tengah yang tidak adil dalam merancang dan melaksanakan
kebijakan politik, ekonomi dan sosial budaya di Tanah Papua, terutama berkait
pelaksanaan otonomi khusus Papua.
"Jadi, Natalius Pigai membela SARA bukan menista SARA.
Dan membela SARA adalah (tindakan) mulia. Saya mendukung sikap berani
Pigai," tandasnya. (rmol)