SANCAnews – Aksi unjuk rasa dari aliansi Badan
Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dihiasi dengan adanya aksi
tandingan dari puluhan pemuda.
Berbeda dengan BEM SI yang meminta Novel Baswedan dan 55
pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal alih status aparatur
sipil negara (ASN) tetap dimasukkan ke KPK, para peserta aksi ini justru
mendukung adanya Novel cs diberhentikan dengan hormat.
Massa yang menamai diri dari Garda Penegak Pancasila ini
menggelar unjuk rasa di area Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav
4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Aksi masa Garda Penegak Pancasila ini dilakukan di arah
berseberangan dari ratusan massa dari mahasiswa.
Puluhan massa dari Garda Penegak Pancasila ini membawa
berbagai atribut aksi. Mulai dari bendera Merah Putih maupun spanduk yang
berisi mendukung keputusan KPK di era Firli Bahuri.
Spanduk tersebut terlihat bertuliskan "Pegawai KPK Yang
Gak Lulus TWK, Harus Legowo. Jangan Lebay!!”.
Selain itu, juga terlihat spanduk yang bertuliskan
"Bersihkan KPK dari Pegawai yang Tidak Berwawasan Kebangsaan"
Dari kedua massa ini, petugas kepolisian memberikan barikade
tanpa memasang kawat berduri maupun barrier pembatas.
Hingga pukul 12.35 WIB, aksi unjuk rasa dari dua kelompok ini
masih berjalan dengan kondusif. (rmol)